Logo

Memuat Website

Universitas Graha Nusantara

Sejarah

Universitas Graha Nusantara

Berdiri Sejak
1985
"Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia."
Cerita Kami

Perjalanan Universitas Graha Nusantara

Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan didirikan oleh Badan Pengurus Yayasan Dharma Bakti Pendidikan Indonesia (BP- YADPI) Padangsidimpuan pada tanggal 2 Mei 1985 melalui Surat Keputusan Badan Pengurus Yayasan Dharma Bakti Pendidikan Indonesia (BP-YADPI) Padangsidimpuan Nomor 010/A-Kep/YADPI/V/1985. Pendirian UGN didasarkan atas beberapa pertimbangan. Diantaranya adalah keluarnya PP No. 5 tahun 1980 tentang Organisasi Perguruan Tinggi Universitas dan Institut, yang tidak membenarkan adanya status cabang, maka keberadaan IKIP Medan Cabang Padangsidimpuanmenjadi gugur dan keberadaannya tidak menentu. Melihat kondisi tersebut, maka beberapa tokoh masyarakat dan para akademisi seperti Prof.Dr.A.P.Parlindungan,SH (RektorUSU) dan Prof.Dr.Ir.Andi Hakim Nasution (RektorIPB), bersama-sama dengan BP2 Tapanuli Selatan yang berada di Jakarta memberikan saran bagi Pemerintah Daerah Tingkat I Sumatera Utara agar tetap mempertahankan eksistensi Padangsidimpuan sebagai Kota Pendidikan.

Dengan keluarnya Peraturan Pemerintah No. 5 tahun 1980 tentang Organisasi Perguruan Tinggi Universitas dan Institut, yang tidak membenarkan adanya status Cabang, maka keberadaan IKIP Medan cabang Padangsidimpuan terancam. Atas inisiatif Prof. A.P. Parlindungan, SH. yang waktu itu menjabat sebagai Rektor USU dan Prof. Dr. Ir. Andi Hakim Nasution (pada waktu itu menjabat sebagai Rektor IPB Bogor), bersama-sama dengan BP2 Tapanuli Selatan yang berada di Jakarta, diberikanlah masukan kepada Pemerintah Daerah Tk.I Sumatera Utara agar mempertahankan keberadaan Perguruan Tinggi di Padangsidimpuan, dengan memberi tiga alternatif usulan, yaitu : (1) IKIP Padangsidimpuan berdiri sendiri, (2) Menjadi FKIP Universitas Sumatera Utara, (3) Mendirikan Universitas yang lebih besar agar dapat menampung IKIP Padangsidimpuan menjadi FKIP. Atas inisiatif Bupati Tapanuli Selatan, Abd. Rasyid Nasution, SH. berdasarkan hasil musyawarah yang melibatkan berbagai unsur pimpinan masyarakat serta fungsionaris IKIP Medan di Padangsidimpuan, didirikanlah Yayasan Dharma Bakti Pendidikan Indonesia (YADPI) pada tanggal 23 Februari 1985. Pada tanggal 11 Maret 1985 oleh YADPI didirikanlah Universitas Graha Nusantara Padangsidimpuan (UGNP) yang berlokasi di Tor Simarsayang dengan empat fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Teknik, dan Fakultas Pertanian.

Perkembangan selanjutnya, 8 Oktober 1986 dijalin kerjasama dengan Universitas Sumatera Utara dalam upaya meningkatkan status dan kualitas UGNP. UGNP memperoleh status terdaftar dengan keluarnya SK Mendikbud RI No. 0571/I/O/1987 tanggal 22 September 1987. Pada 4 Nopember 1989, di Kampus IKIP Medan Cabang Padangsidimpuan, antara IKIP Medan dan YADPI, disaksikan Kopertis Wilayah I, disepakati penyerahan IKIP Medan Cabang Padangsidimpuan, termasuk perangkat lunak dan perangkat kerasnya, kepada Universitas Graha Nusantara. Dengan demikian, sejak saat itu hingga sekarang UGNP memiliki dua kampus dengan lima fakultas dengan total tiga belas program studi yang telah mendapat izin perpanjangan dari Mendiknas pada tanggal 19 Oktober 2005 yang berlaku hingga 19 Oktober 2009.

Terhitung mulai tanggal 11 Maret 1985, maka UGNP telah mencapai usia 40 tahun. Untuk ukuran sebuah Universitas, usia ini memang hampir menuju setengah abad, namun minat mahasiswa untuk menempuh pendidikan di UGNP relatif cukup tinggi, dimana saat ini sekitar 8.000 an mahasiswa telah menempuh pendidikan tinggi di UGNP. Namun, perkembangan jumlah mahasiswa ini tidak diikuti oleh perkembangan infrastrukturnya. Sejauh ini UGNP berupaya untuk melakukan perluasan dan pengembangan prasarana dan sarana belajar, upaya yang telah dilakukan antara lain dengan memakai eks asrama haji Tapanuli Selatan yang terbengkalai untuk digunakan sebagai tempat proses perkuliahan bagi Fakultas Ekonomi dan Teknik. Dan pihak Rektorat sekarang berupaya agar eks bangunan asarama haji tersebut dapat dihibahkan kepada UGNP  

Perjalanan

Timeline Perjalanan

Milestone penting dalam sejarah kami

1985

YADPI Berdiri

Yayasan Dharma Bhakti Pendidikan Indonesia (YADPI) dibentuk pada 23 Februari 1985 atas inisiatif Bupati Tapanuli Selatan, Bapak Abdul Rasyid Nasution, S.H.
1985

UGN Resmi Berdiri

Pada 11 Maret 1985, UGN didirikan di Tor Simarsayang dengan 4 fakultas: Ekonomi, FISIPOL, Teknik, dan Pertanian.
1985

Pembentukan Lembaga & Biro

Pada 29 Agustus 1985 dibentuk Lembaga, Biro, Laboratorium, dan Perpustakaan — cikal bakal LPPM.
1986

SK Kopertis Wilayah I

Persetujuan Pendirian Sementara dari Kopertis Wilayah I No. 018/SK.PPS/Kor.I/1986 tanggal 21 Januari 1986.
1986

Kerja Sama dengan USU

Kerja sama dengan Universitas Sumatera Utara ditandatangani pada 6 Oktober 1986 untuk pengembangan dan pembinaan UGN.
1987

Status Terdaftar dari Mendikbud

SK Mendikbud No. 0571/0/1987 tanggal 22 September 1987 — 4 fakultas dengan 7 program studi berstatus terdaftar.
1989

IKIP Medan Bergabung

Pada 4 November 1989, IKIP Medan Cabang Padangsidimpuan diserahkan ke UGN. UGN kini memiliki 5 fakultas dengan 17 program studi.
2024

Menuju Akreditasi Unggul

Saat ini UGN memiliki 5 fakultas, 17 prodi S1, dan 1 prodi S2. Sebagian besar prodi telah terakreditasi B dan Baik Sekali.
Fakultas & Program Studi

Fakultas & Program Studi

Saat ini UGN memiliki 5 fakultas dengan berbagai program studi

Pascasarjana

  • Agroteknologi

Fakultas Teknik

  • Ilmu Komputer
  • Teknik Sipil

Fakultas Pertanian

  • Agribisnis
  • Agroteknologi
  • Peternakan

Fakultas Ilmu Sosial & Politik

  • Administrasi Negara
  • Ilmu Pemerintahan

Fakultas Keguruan & Ilmu Pendidikan

  • Pendidikan Bahasa Indonesia
  • Pendidikan Bahasa Inggris
  • Pendidikan Fisika
  • Pendidikan Matematika
  • PPKN
  • Sejarah

Fakultas Ekonomi

  • Bisnis Digital
  • Ekonomi Manajemen
  • Ekonomi Pembangunan

Jadi Bagian dari Sejarah Kami

Bergabunglah dan tulis sejarah Anda bersama Universitas Graha Nusantara.